iklan banner gratis
iklan header banner
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers
Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Pj Ketua KADINDA Kota Bekasi Beri Selamat ke Walikota & Wakil Terpilih

Q. Ruslan Siregar: Peranan KADIN Kota Bekasi Bersinergi dengan Pemkot Dalam Hadirkan Investor dari Luar

jabar-online.com, Kamis, 20 Februari 2025 -  WIB, SidikRizal

BANDUNG, BksOL — Pasca musibah konflik internal di kepengurusan KADIN (Kamar Dagang & Industri) Kota Bekasi yang secara tak langsung sangat merugikan ekonomi & perkembangan dunia usaha serta industri di Kota Bekasi.

Maka momentum terpilih dan disahkannya Kepala Daerah setelah secara resmi dilantik oleh Presiden RI, Prabowo Subianto di Istana negara, menjadi harapan baru bagi para pengusaha perdagangan dan industri di Kota Bekasi.

Betapa tidak disebut sebagai musibah, perseteruan dualisme kepemimpinan di KADIN Kota Bekasi oleh banyak pengamat menjadi isu tersendiri yang berdampak negatif karena salah satu akibatnya adalah tersendatnya investasi masuk.

Dan hal tersebut pun mengganggu tahapan pembangunan ekonomi, perdagangan serta industri di Kota Bekasi dari kelas terendah hingga strata tertinggi,yakni masyarakat pedagang dan pengusaha industri di Kota Bekasi.

Konflik dualisme kepemimpinan di tubuh organisasi KADIN baik pusat maupun daerah juga terjadi di organisasi profesi seperti PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) dan juga IWO (Ikatan Wartawan Online) serta tubuh organisasi lainnya. 

Meskipun yang terjadi di tubuh KADIN Kota Bekasi tidak terjadi di badan organisasi PWI Bekasi Raya maupun IWO Kota Bekasi, tapi ada konflik atau perseteruan setidaknya kesalahpahaman komunikasi struktural di dewan kepengurusan tingkat pusat baik IWO, PWI maupun KADIN. 

Serah Terima Jabatan dari Pj Walikota Bekasi, Rd Gani Muhamad kepada Walikota terpilih Tri Adhianto dan Harris Bobihoe, Kamis 20/2/2025 di Aula Pendopo Kantor Walikota Bekasi (photo by: Iwan_BksOL) 

Kota Bekasi sebagai buffer zone (daerah penyangga) ibukota Jakarta di provinsi Jawa Barat yang mana provinsi ini menduduki peringkat nomor dua terbesar untuk APBD (Anggaran Perencanaan Belanja Daerah) dan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari seluruh Indonesia, setelah APBD dan PAD Provinsi DKI Jakarta (data BPS tahun 2021).

Sedangkan dari sumber data yang sama, APBD dan PAD Kota Bekasi adalah yang terbesar nomor satu dari seluruh daerah otonom di provinsi Jawa Barat.

Jadi wajar saja jika dengan peringkat nomor dua se-Indonesia dan peringkat pertama se-provinsi Jawa Barat, namun tingkat invitasi penanaman modal para investor asing maupun nasional di Kota Bekasi justru tidak signifikan sejalan dengan arus anggaran perekonomian daerah. 

Kondisi seperti ini lah yang bisa jadi preseden buruk bagi institusi pemerintah daerah, dalam hal ini DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kota Bekasi, termasuk KADIN Kota Bekasi.

Perlu diketahui DPMPTSP punya tugas pokok membantu Walikota dalam melaksanakan koordinasi & penyelenggaraan pelayanan administrasi di bidang perizinan dan penanaman modal yang menjadi urusan daerah secara terpadu dengan koordinasi, integrasi, sinkronisasi rencana investasi. 

Sedangkan KADIN sebagai perwakilan swasta dalam hal peluang investasi yang punya kapasitas mendatangkan investor. 

Jika sebelumnya ada perseteruan antar dua kubu KADIN Kota Bekasi, maka kini setelah secara resmi penunjukan Penjabat (Pj) Ketua KADIN Kota Bekasi terbaru, yakni Qadar Ruslan Siregar, segala permasalahan yang ada bisa diatasi secara perlahan, meskipun agak lambat dilihat namun pasti dirasakan.

Pj Ketua KADIN Kota Bekasi, Qadar Ruslan Siregar saat dihubungi telepon selular via nomor WhatsApp nya, Kamis (20/2/2025), menyampaikan ucapan selamat sekaligus mengatakan beberapa pesan penting kepada Walikota dan Wakil Walikota terpilih Pilkada 2024 lalu.

Para pedagang UMKM di Plaza Walikota  Bekasi saat menunggu pergantian Pj Walikota ke Walikota dan Wakil Walikota yang baru Kamis (20/2/2025) video by: Wawan_BksOL

Sesuai dengan namanya, Qadar Ruslan Siregar disingkat jadi QRS, yang bisa baca sebagai QRIS.

Sebagai informasi QRIS (singkatan dari Quick Response Code Indonesia Standard; bahasa Indonesia: "Kode Respons Cepat Standar Indonesia"; pelafalan dalam bahasa Indonesia: [/kris/]).

QRIS adalah standar kode respons cepat nasional yang diluncurkan oleh Bank Indonesia (BI) dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) untuk mengintegrasikan seluruh metode pembayaran non-tunai di Indonesia.

Para pedagang UMKM di Plaza Walikota  Bekasi saat menunggu pergantian Pj Walikota ke Walikota dan Wakil Walikota yang baru Kamis (20/2/2025) photo by: Wawan_BksOL

Dengan kesamaan itu, dan semoga ini bukan satu kebetulan semata, maka diharapkan Qadar Ruslan Siregar, alias QRS selaku Pj KADIN Kota Bekasi yang baru akan bekerja dengan akselerasi cepat atas segala permasalahan dunia usaha sekaligus pemberdayaan ekonomi para pengusaha dan industri di Kota Bekasi.

Harapan pasca musibah carut marutnya masalah pengembangan perekonomian dan terbengkalainya dunia usaha selama beberapa tahun terakhir sejak dualisme kepemimpinan di tubuh KADIN Kota Bekasi. 

Untuk itulah, Pj Ketua KADIN Kota Bekasi langsung memberikan ucapan selamat atas pelantikan Walikota dan Wakil Walikota terpilih, Tri Adhianto dan Abdul Harris Bobihoe, di Istana Negara, pagi ini jam 10:00 WIB, Kamis 20/2/2025 lewat telepon selularnya kepada BksOL. 



Acara Pelantikan pun lalu dilanjut dengan agenda lainnya di Kota Bekasi mulai dari Plaza Kantor Walikota Bekasi dan pasangan Kepala Daerah akan meluncur ke gedung DPRD Kota Bekasi untuk pengesahan oleh DPRD Kota Bekasi, pasca pelantikan di Istana Negara.

Pj Ketua KADIN Kota Bekasi, Qadar Ruslan Siregar mengingatkan tentang Empat Pilar Kadin Indonesia, yaitu tulang punggung kesehatan, pemberdayaan ekonomi nasional dan daerah, peningkatan kewirausahaan dan kompetensi, serta penguatan organisasi dan regulasi internal.

Hal ini bertujuan untuk memperkuat peran Kadin Indonesia sebagai payung baik bagi pengusaha kecil, menengah, mikro, besar, dan industri

Para pedagang UMKM di Plaza Walikota  Bekasi saat menunggu pergantian Pj Walikota ke Walikota dan Wakil Walikota yang baru Kamis (20/2/2025) photo by: Wawan_BksOL

Dari 4 pilar tersebut, lahirlah program-program yang dapat mendukung pemerintah mewujudkan visi Indonesia Emas Tahun 2045 dengan memaksimalkan peran aktif Kadin Indonesia.

Di bawah kepemimpinan Qadar Ruslan Sirait, Kadin Kota Bekasi diharapkan juga bisa memberikan kepastian kepada pemerintah Kota Bekasi dan masyarakat umum bahwa hanya terdapat satu KADIN di Indonesia termasuk KADIN di Kota Bekasi sebagai induk organisasi dunia usaha dan payung asosiasi dunia usaha nasional yang resilient (ulet), mandiri, dan profesional.

Q. Ruslan Siregar mengingatkan, "Semoga ke depannya KADIN Kota Bekasi bisa bersinergi dengan Pemkot Bekasi bukan saja hadirkan para investor untuk bangun perekonomian di Kota Bekasi."

"Tapi KADIN turut juga memberdayakan para usahawan baik skala UMKM hingga strata pengusaha dan industri kelas nasional dari Kota Bekasi lebih maju menyambut Indonesia emas 2045 mendatang." pungkas QRS.

"Untuk itulah, di tanggal 27 Februari 2025 mendatang akan diadakan Musprov (musyawarah provinsi) KADINDA Jawa Barat, yang akan menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin sesuai legalitas yang berlaku di tingkat KADIN Pusat, dengan engacu kepada secara resminya ketua KADIN nanti akan dilantik." pungkas Qodar Ruslan Siregar kepada JabarOL dan BksOL.

Dan semoga musibah yang terjadi di tubuh KADIN, termasuk juga dualisme kepemimpinan di tubuh organisasi lain di Kota Bekasi karena adanya konflik di kepengurusan pusat.

Seperti; konflik di tubuh dewan pimpinan pusat organisasi PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) juga organisasi IWO (Ikatan Wartawan Online) yang berdampak ke tingkat Daerah bisa berakhir dengan baik dan selesai tuntas jadi berkah pengalaman dan sejarah keorganisasian Kota Bekasi. [■]

Reporter: Dik Kelana Rizal TimRedaksi, Editor: 
SidikRizal
Selamat Walikota Bekasi Terpilih

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
banner